“Teknologi tidak menggantikan kreativitas, tetapi mempercepat eksekusinya.” — Bill Gates
Ada masa-masa menulis rasanya males banget, tapi pengen tetap mempertahankan kualitas tulisan.
Kalau dulu Kadika nggak tahu caranya, sampe menemukan Effortless Writing. Ah, sangat membantu sekali ini. Wkwk.
“Duh, apaan lagi itu, Kadika?”
Teruslah membaca, sebentar lagi kamu tau rahasia tetap produktif menulis meski lagi males.
Apa Itu Effortless Writing?
Pernah nggak sih kamu ngerasa capek tiap kali harus nulis?
Mau bikin konten, tapi kepikiran panjang banget dan akhirnya nggak jadi-jadi?
Atau malah udah duduk depan laptop, tapi layar kosong aja gitu, nggak tahu mulai dari mana?
Nah, ini solusinya, Effortless Writing adalah cara agar tetap produktif meski malas menulis, karena pekerjaannya sudah dilakukan oleh ChatGPT.
Intinya, kamu bisa tetap produktif nulis tanpa banyak mikir, karena ChatGPT udah dilatih buat ngikutin gaya kamu.
Jadi, nggak perlu mulai dari nol setiap kali nulis. Bayangin aja, tinggal kasih perintah, dan bingo—tulisan keluar sesuai yang kamu mau.
Kenapa Menulis Perlu Jadi ‘Effortless‘?
Mungkin kamu mikir, “Tapi kalau pakai AI, nanti tulisannya nggak original dong?” atau “Apa nggak jadi males kalau semua dibantu AI?”
Sebenarnya, ngggak begitu cara memandangnya.
Menulis itu soal menyampaikan ide dan pesan.
Kalau kamu bisa pakai AI buat bantu eksekusi lebih cepat, kenapa enggak? Tantangan utama dalam nulis biasanya:
- Susah konsisten nulis
- Takut kualitasnya turun
- Waktu keburu habis buat mikir doang
- Ngerasa stuck, nggak tahu mau mulai dari mana
Kalau bisa dibantu AI yang udah personalisasi sesuai gaya kamu, kenapa mesti ribet? Iya?
Melatih ChatGPT agar Selaras dengan Gaya Kamu
Banyak yang takut pakai AI karena katanya bikin tulisan jadi kaku dan nggak original.
Padahal, kalau kamu ngerti caranya, ChatGPT bisa jadi asisten terbaik yang nulis kayak kamu banget. Caranya? Sederhana banget.
#1. Tentukan Dulu Karakter Tulisan Kamu
Mau yang santai? Serius? Atau yang ngobrol kayak gini? Jangan biarin ChatGPT nebak-nebak. Tentukan dulu:
- Formal atau santai?
- Suka pakai storytelling atau langsung to the point?
- Lebih suka pakai analogi atau gaya teknis?
Misalnya, gaya ala Kadika itu ngobrol, santai, tapi tetap informatif. Nah, ini yang perlu ditekankan di setiap prompt.
Nanti Kadika share, deh, cara melatihnya di short course, ya? InsyaaAllah…
#2. Pakai Prompt yang Konsisten
Pernah nggak sih pakai ChatGPT tapi hasilnya random banget?
Itu karena prompt yang kamu kasih terlalu umum.
Biar nggak bolak-balik revisi, langsung aja kasih arahan yang jelas ke ChatGPT. Misalnya:
“Tulis artikel yang ngalir kayak ngobrol sama teman, nggak kaku. Gunakan bahasa sehari-hari, ajak pembaca buat mikir bareng, dan kasih contoh biar lebih kebayang. Kalau bisa, pakai analogi yang relate sama kehidupan sehari-hari.”
Beda banget kan hasilnya dibanding cuma bilang “Tolong buat artikel tentang menulis produktif.”
Jangankan AI, manusia aja bingung. Hahaha.
#3. Kasih Contoh Tulisan Kamu
Mungkin kamu masih ragu, “Tapi kalau pakai AI, nanti jadi nggak punya ciri khas?”
Tenang, nggak gitu juga.
Kalau pengen lebih spesifik lagi, kasih contoh tulisan yang udah pernah kamu bikin. Misalnya:
“Tulis artikel ini dengan gaya kayak tulisan berikut: [masukin contoh]. Gunakan ritme dan cara penyampaian yang sama.”
ChatGPT itu kayak asisten, bukan pengganti kamu. Jadi, makin sering dikasih referensi, makin tajam hasilnya. Mantep, ya? Wkwkwk…
Bukan buat Storytelling Pribadi, Tapi Buat Informasi & Edukasi
Mungkin kamu kepikiran, “Kalau semua pakai AI, nanti nulisnya masih ada feel-nya nggak?”
Jawabannya: tergantung.
Kalau buat sharing pengalaman pribadi, ya tetap mesti ditulis sendiri.
Tapi kalau buat edukasi, informasi, atau artikel yang lebih ke data, AI bisa banget dipakai.
- Konten informatif & edukatif → Bisa pakai ChatGPT
- Storytelling & pengalaman pribadi → Sebaiknya tetap ditulis sendiri
Jadi, nggak ada lagi kekhawatiran soal tulisan jadi “nggak asli” karena tujuan utamanya buat efisiensi.
Kapan Effortless Writing Ini Cocok Dipakai?
#1. Buat Blog Adsense & Affiliate
SEO tetap jalan, tulisan tetap bagus, tapi kamu nggak ngabisin waktu lama buat bikin kontennya.
#2. Buat Artikel Edukasi
Pengen bikin artikel yang berbobot tapi nggak mau ribet? ChatGPT bisa bantu bikin konsep dan eksekusinya.
#3. Buat Brainstorming & Ide Konten
Pernah stuck nggak tahu mau nulis apa? ChatGPT bisa kasih berbagai sudut pandang buat nge-trigger kreativitas kamu.
Jadi Sebenarnya Bukan Soal Malas, Tapi Soal Efisiensi
Effortless Writing ini bukan soal malas nulis, tapi soal pintar memanfaatkan teknologi.
Kalau bisa hemat waktu, kenapa mesti ribet?
Coba deh mulai latih ChatGPT buat nulis sesuai gaya kamu. Dijamin, nulis jadi lebih gampang dan nggak lagi beban! 🚀
Asyik? Wkwkwk.
Komen dulu yang penasaran pengen bisa menguasai Effortless Writing ini.
Sampai jumpa di tulisan berikutnya…
Kadika
Scan QRIS untuk apresiasi:

NB: Naikkan standar kompeten menulismu di sini.